Jikakita melihat ayat di atas, seakan-akan ada yang ganjil. Allah mengisyaratkan surga dan neraka itu ada selama bumi dan langit itu ada. Dari sini bisa diyakini bahwa surga dan neraka itu tidak kekal. Ayat inilah yang menjadi dasar keyakinan Ir. Agus Mustofa (Penulis Buku Tasawuf Modern) dalam bukunya " Ternyata Akhirat Tidak Kekal " [1]. Allahyang hidup kekal dan tidak mati bersholawat kepada nabi Muhammad. Kalau tidak tau ragu atau kurang jelas dengan tulisan saya bisa tanya ke ustad /guru / dosen . Selanjutnya. Tutup. Humaniora . Allah yang Hidup Kekal dan Tidak Mati Bersholawat kepada Nabi, Mari Kita Bersholawat kepada Nabi Pertama sesungguhnya semua makhluk bisa mati dan binasa. Dan itu keyakinan kita sebagaimana yang telah Allah firmankan: ูƒูู„ูู‘ ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ููŽุงู†ู (26) ูˆูŽูŠูŽุจู’ู‚ูŽู‰ ูˆูŽุฌู’ู‡ู ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ุฐููˆ ุงู„ู’ุฌูŽู„ูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุฅููƒู’ุฑูŽุงู…ู (27) ููŽุจูุฃูŽูŠูู‘ ุขู„ูŽุงุกู ุฑูŽุจูู‘ูƒูู…ูŽุง ุชููƒูŽุฐูู‘ุจูŽุงู†ู " Semua yang ada di atas bumi akan binasa. Adasekelompok ummat Islam yang mentahrif syafa'at sehingga berfahaman bila seseorang (muslim) masuk neraka karena beratnya dosa, maka ia kekal selamanya (tidak ada jahanamiyyun, orang yang masuk surga yang sebelumnya diazab di neraka). Disini keadaan seorang muslim sama dengan orang kafir, sama-sama kekal di neraka. M ereka berdalil dengan :" Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat Dalamagama Buddha, Dewa adalah salah satu makhluk yang tidak setara dengan manusia, memiliki kesaktian, hidup panjang, namun tidak abadi.Agama Buddha mengenal banyak dewa, namun mereka bukan Tuhan, mereka tidak sempurna dan tidak maha kuasa. Mereka (para dewa) adalah makhluk yang sedang dalam usaha mencari kesempurnaan hidup. Alam dewa sering juga disebut sebagai surga. Allahmenimpakan dosa manusia kepada Yesus Kristus sehingga Yesus tidak mengenal dosa dibuatnya berdosa, dan Yesus Kristus di salibkan dan sebelum ia mati dia mangatkan Sudah Selesai (yaitu dosa kita yang terdahulu, sekarang dan akan datang). ia mati dan bangkit dan Ia menawarkan kepada kita keselamatan itu. . Sebelumnya sudah dibahas tentang sifat Qidam yang pasti dimiliki oleh Tuhan. Semua yang mengklaim dirinya Tuhan, haruslah sudah ada tanpa awal mula; dan apabila tidak demikian maka dapat dipastikan bukan Tuhan. Selain harus ada tanpa awal permulaan, keberadaan Tuhan juga pasti wajib ada tanpa akhiran, atau dengan kata lain kekal selamanya tanpa batasan waktu. Apabila ada yang mengklaim dirinya Tuhan atau diklaim sebagai Tuhan tetapi tidak kekal, maka dapat dipastikan bahwa sosok tersebut bukan Tuhan. Dari mana kita tahu bahwa Tuhan itu pasti dan harus kekal? Pada kajian sebelumya sudah dibahas bahwa segala kejadian di alam semesta ini tidak ada yang kebetulan atau terjadi dengan sendirinya. Setiap penciptaan atau perubahan dari satu hal menjadi hal lainnya sudah pasti hanya dapat terjadi dengan peran pihak yang menciptakan dan mengubahnya. Jadi, selama di alam semesta ini ada penciptaan dan ada perubahan apa pun, maka di ujung semua itu bisa kita pastikan ada Tuhan yang mengontrol semuanya. Detail tentang kontrol Tuhan ini akan kita bahas pada kajian sifat berikutnya. Sifat kekekalan Tuhan dalam ilmu kalam disebut dengan istilah Baqa' atau sifat selalu ada. Alasan mengapa sifat ini harus ada pada diri Tuhan adalah sebab kebalikan sifat ini, yaitu sifat Fana, adalah hal yang mustahil bagi sosok Tuhan. Tuhan adalah pokok semua kehidupan, pokok semua design, pokok semua peristiwa sehingga tidak mungkin Tuhan tidak kekal. Bila Tuhan mati atau bisa mati di masa depan, maka berarti dia punya kekurangan yang fatal yang membuatnya tidak layak disebut Tuhan. Kemustahilan sifat fana ini memastikan adanya sifat kekal bagi Tuhan. Bila ada yang bertanya bagaimana bisa ada sesuatu yang kekal sedangkan kita menyaksikan seluruh hal di dunia ini fana? Jawabannya adalah Segala sesuatu yang kita saksikan adalah makhluk atau hal-hal yang punya awalan muhdats, sedangkan Tuhan adalah Sang Khaliq yang menjadi pencipta dan pengatur segala hal yang punya awalan tersebut muhdits. Bila segala hal muhdats mengalami perubahan, maka dapat dipastikan bahwa Sang Muhdits tidak mungkin mengalami perubahan. Karena tidak mengalami perubahan apa pun, maka ia kekal selamanya. Gampangnya, bila semua makhluk punya awal mula lalu berevolusi secara mikro maupun makro lalu kemudian musnah, Tuhan selaku designer semesta mustahil mengalami semua itu. Mengiaskan antara makhluk dan Tuhan merupakan kesalahan fatal sebab apa yang terjadi pada makhluk tidak harus terjadi pada Tuhan. Bila mau dianalogikan dengan kasus yang lebih simpel, kita dapat mengandaikan bahwa semesta ini adalah siaran televisi. Posisi Tuhan dalam hal ini adalah stasiun pemancar siarannya sedangkan posisi makhluk adalah pesawat televisinya. Pesawat televisi dapat hidup dan mati kapan saja, tetapi stasiun pemancarnya harus selalu menyala. Apabila stasiun pemancarnya mati, maka seluruh siaran televisinya juga akan mati. Ketika siarannya masih dapat terlihat, itu artinya stasiunnya masih menyala. Meskipun tidak sama persis, dari contoh sederhana ini dapat dipahami bagaimana relasi antara Tuhan dan makhluk. Selama makhluk ada, itu artinya ada Tuhan yang merawatnya dan menghendakinya tetap ada. Makhluk bisa saja mati kapan saja, tetapi Tuhan tidak mungkin pernah mati atau tidak ada sebab dialah sumber dari segala keberadaan. Penjelasan rasional di atas sudah cukup untuk membuktikan bahwa Tuhan itu pasti kekal kepada pihak yang tidak mempercayainya. Adapun bagi orang mukmin, sifat kekal Allah ini dapat dibaca pada ayat berikut ูˆูŽูŠูŽุจู’ู‚ูŽู‰ ูˆูŽุฌู’ู‡ู ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ุฐููˆ ุงู„ู’ุฌูŽู„ูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุฅููƒู’ุฑูŽุงู…ู [ุงู„ุฑุญู…ู† 27] Artinya, "Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan." QS Ar-Rahman 27. ูƒูู„ู‘ู ุดูŽูŠู’ุกู ู‡ูŽุงู„ููƒูŒ ุฅูู„ู‘ูŽุง ูˆูŽุฌู’ู‡ูŽู‡ู ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ู ูˆูŽุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุชูุฑู’ุฌูŽุนููˆู†ูŽ [ุงู„ู‚ุตุต 88] Artinya, "Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Miliknyalah segala penentuan, dan hanya kepadanyalah kalian dikembalikan." QS Al-Qashash 88. Berbeda dengan sifat Qidam yang hanya boleh dimiliki Tuhan saja, sifat kekal ini juga bisa dimiliki oleh makhluk , namun tentunya hanya dengan izin dan kehendak Tuhan tersebut. Hal ini karena sifat kekal ini berhubungan dengan kehendak Tuhan untuk membiarkan makhluknya tidak mati. Selama Tuhan berkehendak makhluk tertentu tidak mati, maka makhluk itu akan kekal bersamanya. Dari berbagai ayat dan hadis kita tahu bahwa ada banyak hal yang kekal seperti surga beserta seluruh isinya adalah kekal dan neraka beserta seluruh isinya juga kekal. Semua makhluk pasti punya awal mula tetapi soal punya akhir atau tidak itu terserah Sang Khaliq yang menciptakan dan merawatnya. Jadi, meskipun sama-sama bisa kekal, namun kekekalan Tuhan dan makhluk berbeda jauh. Kekekalan Tuhan terjadi karena diri-Nya sendiri sedangkan kekalnya makhluk terjadi karena dikehendaki oleh Tuhan. Kekalnya Tuhan ada tanpa awal mula sedangkan kekalnya makhluk mempunyai permulaan. Kekalnya Tuhan sama sekali tidak bisa berubah menjadi fana, sedangkan kekalnya makhluk bisa saja pada akhirnya diubah menjadi fana bila Tuhan menghendakinya. Yang terakhir ini dialami oleh Iblis yang dikekalkan hingga hari kiamat nanti lalu pada akhirnya akan dimatikan bersama seluruh makhluk lainnya. Ustadz Abdul Wahab Ahmad, Peneliti Bidang Aqidah di Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur dan Pengurus Wilayah LBM Jawa Timur. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID eT5x-D8680yah31zyBG1ybnQmlLEGhsRhD3SmSa0_ksgYGGOqbYb-Q== arti sifat wajib bagi Allah. Sumber umat Islam, patutlah mengetahui arti dari sifat wajib dan mustahil bagi Allah SWT. Sifat wajib adalah sifat yang harus ada pada Zat Allah, sedangkan sifat mustahil adalah sifat yang tidak mungkin ada pada 20 sifat wajib dan mustahil bagi Allah yang perlu diketahui umat Muslim. Untuk mengetahui lebih jelas, simak arti berbagai sifat wajib dan mustahil bagi Allah tersebut di bawah ini. 20 Sifat Wajib dan Mustahil Bagi AllahIlustrasi lafaz Allah. Foto UnsplashDalam buku Asmaul Husna & 20 Sifat Allah oleh H. F. Rahadian, dkk., 2004 5, sifat wajib bagi Allah artinya sifat yang harus ada pada Allah. Sementara sifat mustahil bagi Allah hanya dimiliki oleh makhluk-Nya yang mempunyai kelemahan dan adalah 20 sifat wajib dan mustahil bagi Allah, lengkap dengan artinya dalam ajaran Islam yang bisa dipahami. 1. Sifat Wajib Wujud, Sifat Mustahil AdamSifat wajib Allah yang pertama adalah wujud. Dalam bahasa Arab, wujud artinya "ada" yang bermakna bahwa Allah merupakan zat yang ada, berdiri sendiri, dan tidak diciptakan oleh siapa pun. Sementara sifat mustahil bagi Allah adalah adam yang artinya tidak ada. Tidak masuk akal jika Allah tidak ada. Sebab, tidak mungkin alam semesta dan seisinya tercipta dengan Sifat Wajib Qidam, Sifat Mustahil HudusQidam artinya awal atau terdahulu. Maknanya, Allah merupakan Sang Pencipta yang ada terlebih dahulu dari yang diciptakannya. Sementara sifat mustahil bagi Allah adalah hudus, yakni baru atau ada permulaan. Segala hal yang baru atau ada permulaannya pasti asalnya dari tidak Allah bersifat baru, karena setiap yang baru pasti ada akhirnya. Jika Allah baru, pasti Allah akan berakhir. Penjelasannya dalam firman Allah berikut"Dialah yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir, dan Yang Batin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." QS. Al-Hadid 33. Sifat Wajib Baqa, Sifat Mustahil FanaBaqa artinya kekal. Maksudnya, Allah adalah zat yang Maha Kekal, tidak akan punah atau binasa. Hal ini tertuang dalam Alquran surat Al-Qasas ayat 88 yang artinya"Dan jangan pula engkau sembah tuhan yang lain selain Allah. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia. Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Segala keputusan menjadi wewenang-Nya, dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan." QS. Al-Qasas 88Semenyara sifat mustahil bagi Allah adalah fana, yang artinya rusak atau binasa. Allah tidak mungkin bersifat fana karena jika itu terjadi, maka akan menimbulkan kehancuran seluruh alam semesta Sifat Wajib Mukhalafatuhu Lilhawadits, Sifat Mustahil Murnatsalatuhu LilhawaditsMukholafatul lilhawaditsi artinya berbeda dengan ciptaan-Nya. Sifat ini menerangkan bahwa Allah yang menciptakan alam semesta beserta isinya, maka Allah pasti berbeda dengan apa pun yang Dia ciptakan. Sementara sifat mustahil murnatsalatuhu lilhawadits artinya serupa dengan makhluk. Tidak mungkin Allah menciptakan makhluk-Nya sama dengan dirinya sendiri. 5. Sifat Wajib Qiyamuhu Binafsihi, Sifat Mustahil Ihtiyaju LighairihiQiyamuhu binafsihi artinya Allah dapat berdiri sendiri, tidak bergantung pada siapa pun, serta mustahil membutuhkan bantuan dari yang sifat ihtiyaju lighairihi artinya membutuhkan yang lain. Mustahil Allah membutuhkan yang lain. Sebab, meskipun Dia menciptakan berbagai jenis makhluk, Dia tidak pernah mengharapkan Sifat Wajib Wahdaniyat, Sifat Mustahil Ta'addudIlustrasi lafaz Allah dalam Alquran. Foto UnsplashSifat wajib Allah yang lain adalah wahdaniyat, yakni esa atau tunggal. Hamba-Nya mesti mengimani bahwa Allah adalah Yang Maha Esa, yang artinya Dia adalah satu-satunya Tuhan pencipta alam sifat ta'addud artinya Allah mustahil untuk berbilang atau lebih dari satu. Misalnya, jika ada dua pemimpin dalam sebuah pemerintahan, akan selalu terjadi silang pendapat. Hal ini menjadi sebuah contoh mustahilnya Allah itu berbilang. Karena, seandainya Tuhan itu ada dua, akan terjadi Sifat Wajib Qudrat, Sifat Mustahil AjzunQudrat artinya berkuasa atas segala sesuatu. Allah adalah zat Yang Maha Kuasa atas apa pun dan tidak ada satu pun yang bisa menandingi kekuasaannya. Mustahil bagi Allah tidak memiliki sifat mustahil ajzun artinya lemah. Sesungguhnya mustahil bagi Allah lemah karena Dia dapat melakukan apa pun yang Sifat Wajib Iradat, Sifat Mustahil KarahahIradat artinya berkehendak. Maksudnya, setiap hal yang ada di alam semesta ini berjalan atas kehendak Allah. Sementara karahah artinya terpaksa. Mustahil bagi Allah untuk terpaksa melakukan apa-apa yang Sifat Wajib Ilmun, Sifat Mustahil JahlunIlmun artinya mengetahui atas segala sesuatu baik yang tampak maupun tidak tampak oleh umat manusia. Sementara jahlun artinya bodoh. Allah tidak mungkin bersifat bodoh sebab Allah Maha Mengetahui segala Sifat Wajib Hayat, Sifat Mustahil MautSifat wajib Allah selanjutnya yakni hayat yang artinya maha hidup. Allah adalah zat yang kekal abadi dan tidak akan mati. Hal ini sebagaimana firman Allah yang artinya"Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup Kekal yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya." QS. Al Furqan 58Sementara maut dalam bahasa Arab artinya mati. Sifat mustahil maut berarti Allah tidak mungkin mati atau binasa karena Dia kekal abadi atas kekuatan-Nya yang sempurna. 11. Sifat Wajib Sama', Sifat Mustahil ShummunSama artinya Allah Maha Mendengar apa pun, baik yang tersirat maupun tersembunyi. Allah berfirman yang artinya"Jangan kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat." QS. Taha 46Sementara shummun artinya tuli. Sifat mustahil shummum berarti Allah tidak mungkin tidak mendengar, karena Dia adalah Maha Mendengar segala sesuatu yang terjadi di alam Sifat Wajib Basar, Sifat Mustahil UmyunBasar artinya Allah Maha Melihat segala sesuatu maupun yang gaib. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam surat Al An'am yang artinya"Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui." QS. Al An'am 103Sementara sifat mustahil ama berarti Allah tidak mungkin buta atau tidak bisa melihat apa-apa yang terjadi, bahkan yang kasat mata sekalipun Allah mampu Sifat Wajib Kalam, Sifat Mustahil BukmunIlustrasi Alquran berisi firman-firman Allah. Foto UnsplashSifat Allah selanjutnya adalah kalam yang artinya berbicara. Allah berbicara langsung kepada hamba yang dikehendaki-Nya seperti kepada Nabi Musa AS. Hal ini tertuang dalam ayat Alquran berikuูˆูŽุฑูุณูู„ู‹ุง ู‚ูŽุฏู’ ู‚ูŽุตูŽุตู’ู†ูู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ูˆูŽุฑูุณูู„ู‹ุง ู„ู‘ูŽู…ู’ ู†ูŽู‚ู’ุตูุตู’ู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒู ูˆูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู…ููˆุณู‰ ุชูŽูƒู’ู„ููŠู…ู‹ุงArtinya "Dan Kami telah mengutus rasul-rasul yang sungguh Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung." QS. An Nisa 164Sementara, bukmun dalam bahasa Arab artinya bisu. Sifat ini mustahil Allah miliki karena Allah berifat kalam, yakni berfirman bagi keselamatan dan tuntuhan hidup Sifat Wajib Qadiran, Sifat Mustahil AjizanQadiran artinya Allah berkuasa atas apa pun. Allah berfirman yang artinya"Maka Maha Suci Allah yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan." QS. Yaasin 83Sementara itu, ajizan artinya lemah. Allah tidak mungkin memiliki kelemahan karena Dia mempunyai kekuatan dan kekuasaan yang sempurna bagi kebesaran alam semesta dan Sifat Wajib Muriidan, Sifat Mustahil MukrahanMuriidan artinya berkehendak. Sesungguhnya Allah Maha Berkehendak atas segala sesuatu, dan kehendak-Nya meliputi itu, mukrahan artinya terpaksa atau keterpaksaan. Allah tidak mungkin terpaksa atas segala ciptaan-Nya karena Dia memiliki kekusahaan dan berkehendak atas segala Sifat Wajib Aliman, Sifat Mustahil JahilanAliman artinya Allah yang Maha Mengetahui. Tidak ada satu hal pun yang luput dari pengetahuan Allah. Sementara jahilan artinya bodoh. Segala pengetahuan dan keilmuan adalah ciptaan Allah, sehingga mustahil baginya bersifar Sifat Wajib Hayyan, Sifat Mustahil MayitanHayyan artinya hidup. Allah adalah Zat yang Maha Hidup dan pemberi kehidupan kepada seluruh makhluk di muka bumi itu, mayitan artinya bisa mati. Allah tidak mungkin mati, binasa, hilang, dan tergantikan oleh apa pun karena Allah kekal abadi dalam kesempurnaan-Nya. 18. Sifat Wajib Sami'an, Sifat Mustahil AshammaSamiโ€™an artinya mendengar. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar atas segala sesuatu. Sementara ashamma artinya ketulian. Allah tidak mungkin tuli, sebab Dia dapat mendengar semua yang terjadi, bahkan yang disembunyikan dalam Sifat Wajib Bashiiran, Sifat Mustahil A'maaBashiran, artinya melihat. Allah adalah Zat yang Maha Melihat atas segala sesuatu, baik yang tampak oleh penglihatan manusia ataupun itu, a'maa artinya buta. Sifat mustahil ini berarti Allah tidak mungkin buta atau tidak bisa melihat. Sebab, Allah selalu mengawasi makhluk-makhluk-Nya dan tidak ada yang lepas dari Sifat Wajib Mutakalliman, Sifat Mustahil AbkamMutakalliman, artinya berkata atau berfirman. Sesungguhnya Allah merupakan Zat yang Maha Berkata-kata atau Maha Berfirman. Dengan sifat-Nya ini, Allah memberikan petunjuk kepada manusia melalui abkam artinya bisu. Sifat mustahil abkam berarti Allah tidak mungkin bisu, karena Dia terus memberitakan firman bagi makhluk-makhluk-Nya agar selamat dari dunia dan akhirat. Demikian arti 20 sifat wajib dan mustahil bagi Allah dalam ajaran Islam. Dengan mengetahui sifat wajib bagi Allah, semoga ibadah dan perbuatan kita bisa lebih maksud sifat wajib dan mustahil bagi Allah?Apa arti sifat wujud bagi Allah?Apa arti sifat wajib baqa bagi Allah?

tidak kekal bisa mati